
Satu Lampu Sekaligus
Grammar in this story
Setelah padam, jalan lama tiba-tiba hanya tersisa suara hujan dan suara manusia.
Pemilik toko kelontong mengeluarkan lampu baterai dan meletakkannya di depan pintu satu per satu.
Kedai teh di sebelahnya juga menyalakan lampu kecil, dan seluruh jalan perlahan mulai terbentuk.
Anak-anak memberi tahu pemilik toko satu per satu untuk tidak terus-terusan membuka lemari es.
Hujan menetes dari atap, tapi tidak ada yang terburu-buru untuk pulang.
Mereka menyusun kursi-kursi menjadi lingkaran kecil satu per satu, menunggu seorang penatua berbicara tentang pemadaman listrik yang lama.
Akhirnya bengkel sepatu di ujung jalan mengeluarkan lampu minyak tanah yang sudah sangat tua.
Cahaya lampu menyebar lingkaran demi lingkaran, dan bahkan di bawah tanda paling gelap sekalipun, cahayanya pun bisa terlihat.
Ketika listrik kembali menyala, semua orang tidak langsung mematikan lampu; mereka mengucapkan terima kasih satu per satu.
Finish this story
Mark it read when you are done so your path and recommendations can move forward.